Variabel Proses.
Beberapa variable proses yang berhubungan erat dengan bidang teknik kimia antara lain:
1. Massa dan volum. Hubungan massa dan volum adalah berat jenis atau densitas. Seringkali juga dinyatakan dalam specific volume dan specific gravity.
2.
Kecepatan alir (flow rate). Proses yang berlangsung sinambung atau kontinyu memerlukan data kecepatan bahan yang disebut kecepatan alir. Alat yang dapat mengukur kecepatan alir antara lain, pitot tube, orifice meter, venturi meter, flow nozzle, dan rotameter.
Macam-macam jenis kecepatan alir :
a. kecepatan alir linier rata-rata dalam pipa, dinyatakan dalam satuan panjang linier setiap satuan waktu.
b. Kecepatan alir volumetric (volumetric flow rate), kecepatan alir yang dinyatakan dalam banyaknya volum fluida yang mengalir setiap satuan waktu.
c. Keceparan alir massa ( mass flow rate), kecepatan alir yang dinyatakan dalam banyaknya massa yang mengalir setiap satuan waktu.
1. Komposisi kimia. Berat atom dan berat molekul merupakan hubungan mol dengan massa bahan. Bahan campuran berisi lebih dari satu komponen, untuk itu perlu diketahui isi (atau komposisi) masing-masing komponen penyusun bahan itu. Komposisi dapat dinyatakan dalam beberapa cara, yaitu:
a. fraksi massa atau fraksi bera, Biasanya untuk komposisi bahan berbentuk cair atau padat dinyatakan dalam fraksi massa. Total fraksi massa adalah 1,00.
b. fraksi mol, Komposisi bahan dalam fase gas biasanya dinyatakan dalam fraksi mol. Total fraksi mol = 1,0.
c. konsentrasi, Konsentrasi adalah banyaknya bahan dalam campuran setiap satuan volum. Ppm = part per million = bagian per sejuta.
2. Tekanan. Hubungan tekanan yang ditunjukkan alat ukur (gauge) dengan tekanan sesungguhnya (absolute) adalah:
Tekanan absolute = tekanan gauge + tekanan atmosfer.
1 atm = 14,696 psi = 760 mmHg = 10,333 mH2O.
3. Temperatur.
Contoh :
Suatu botol bertuliskan larutan HCl teknis 28% (w/w). Tentukan dalam % mol larutan itu.
Penyelesaian:
Misal 100 g larutan HCl 28% maka:
Komponen % Berat Berat, g Mol % Mol
HCl 28 28 28/36.5=0.77 (0.77/4.77)×100%=16.14
H2O 72 72 72/18=4 (4/4.77)×100%=83.86
Total 100 100 4.77 100
Jadi larutan itu larutan HCl 16,14% (%mol).
Diagram Alir Proses
Adalah gambaran visual yang menunjukkan semua aliran bahan-bahan baik yang masuk alat maupun yang keluar, disertai data-data susunan dari campuran bahan-bahan aliran. Gambaran ini bisa bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Kualitatif : menunjukkan macam-macam bahan yang masuk dan keluar.
Kuantitatif : menunjukkan macam-macam bahan dan kuantitasnya.
Jadi, dalam membuat diagram alir proses, harus mencantumkan data kualitatif dan kuantitatif.
Suatu unit proses dapat digambarkan dalam sebuah kotak atau simbol alat, dan garis panas yang menunjukkan arah aliran bahan. Arus dalam diagram alir harus diberi label yang menunjukkan:
1.
Variable proses yang diketahui dan
2.
Permisalan variable yang akan dicari dengan simbol variable.
Beberapa cara memberi label pada arus:
1.
Tulis nilai dan satuan semua variabel yang diketahui di arus dalam gambar.
Contoh:
Narasi: gas berisi 21% mol O2 dan 79% N2 pada suhu 320 oC dan 1,4 atm mengalir dengan kecepatan 400 gmol/jam.
Diagram alir :
1. Tandai dengan symbol untuk variable yang akan dicari
Contoh:
Diagram alir berfungsi sebagai papan hitung untuk menyelesaikan masalah neraca, baik neraca massa maupun neraca panas.
Untuk dapat menggambarkan proses dari suatu narasi, seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang proses dan sifat-sifat bahan (termodinamika). Oleh karena itu mahasiswa dituntut sering membaca buku tentang proses dan laporan praktek kerja.
Beberapa cara memberi label pada arus dapat dibaca di buku Felder and Rousseau.
Contoh:
Sistem adalah bagian atau keseluruhan proses yang ditinjau, yang biasanya untuk memisahkan antara sistem dengan bagian luar sistem.
Proses adalah suatu peristiwa dimana bahan mengalami perubahan fisis atau kimia atau keduanya.
Perubahan fisis : tidak ada reaksi kimia.
Perubahan kimia : mengalami reaksi-reaksi.
Peran proses pemisahan di industri kimia:
Ditinjau secara makro, proses-proses yang terjadi secara alamiah dapat diartikan sebagai proses pencampuran yang terjadi secara spontan dan merupakan proses yang tidak dapat balik. Berarti untuk memisahkan suatu konstituen dari campurannya diperlukan suatu usaha yaitu usaha termodinamika sehingga terjadi proses berlawanan terhadap proses alam. Maka dalam operasi pemisahan campuran perlu dimasukkan sejumlah “separating
agent ” tertentu.
Separating agent yang biasa digunakan:
1. tenaga panas, seperti steam, bahan bakar. Contoh alat : distilasi, evaporasi, pengeringan, alat penukar panas dll.
2. Sejumlah massa bahan, seperti pelarut atau penjerap. Contoh alat: ekstraksi, absorbsi, adsorpsi, stipping dll.
3.
Tenaga mekanik (tekanan). Contoh alat : filtrasi, sentrifugasi, sedimentasi dll.
Metode pemisahan konstituen dari campurannya, dapat dibedakan menurut kategori:
1. Pemisahan menurut dasar operasi difusional. Pemisahan ini dipilih jika umpannya homogen. Transfer massa dan pana konstituen berlangsung secara difusi antara 2 fase atau lebih. Contoh: distilasi (flash, kontinyu, batch), absorpsi, striping, ekstraksi, adsorpsi, ion exchange dll.
2. Pemisahan secara mekanik. Pemisahan ini dilakukan untuk campuran heterogen. Contoh : decanter, sedimentasi, sentrifuge, filtrasi, screening, dll.
3. Pemisahan menggunakan reaksi kimia.
Di dalam proses dan peralatan di industri, rangkaian peralatan menyangkut kedua jenis proses itu, yaitu:
1. Unit operation (satuan operasi): unit dengan perubahan fisis atau seringkali disebut Operasi Teknik Kimia.
2. Unit processes (satuan proses): unit dengan reaksi kimia.
Unit operation meliputi:
1. transportasi fluida (perpindahan pada proses alir),
2. perpindahan panas dalam alat penukar panas ( heat exchanger),
3. separator, padat-padat : screening. Padat-cair : sedimentasi, filtrasi, Cair – gas : absorpsi, stripper, distilasi, evaporasi. Cair-cair : ekstraksi cair-cair, dekantasi, dll.
4. pencampuran
Unit Processes meliputi:
1. pembakaran bahan bakar dalam burner, furnace.
2. Reaksi kimia dalam reaktor.
3. Fermentasi.
Unsteady State: proses tidak ajeg adalah proses dimana semua variable proses mengalami perubahan nilai terhadap waktu.
Steady State: proses dalam keadaan ajeg adalah proses dimana semua variable porses yang ditinjau tidak berubah terhadap waktu.
Penggolongan Proses :
1. batch : tidak ada bahan masuk atau keluar. Jadi prosesnya USS.
2. kontinyu : kecepatan arus masuk sama dengan kecepatan arus keluar, jadi prosesnya SS.
3. Semi batch atau semi kontinyu, prosesnya USS.
Sabtu, 23 Januari 2010
Definisi Teknik Kimia:
Pemakaian prinsip-prinsip fisis bersama dengan prinsip-prinsip ekonomi dan human relations ke bidang yang menyangkut proses dan peralatannya dimana suatu bahan berubah bentuk, kandungan energinya, dan komposisinya.
Teknik Kimia berhubungan dengan:
1. Produksi bahan kimia baik di skala besar maupun kecil.
2. Membuat produk berskala besar (pabrik), berbeda dengan skala lab.
3. Merubah bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
4. Sektor: bahan kimia sampai energi, makanan dan minuman, obat-obatan.
5. Produk, yang dibuat melalui perubahan kimia (reaksi) atau/dan fisis (pemisahan).
6. Proses Industri kimia, seperti industri: pupuk, kimia murni, cat, zat warna, tinta, petrokimia, plastik, resin, sabun, deterjen, parfum, kosmetik, lemak dan minyak nabati, katalis, gas, minyak bumi, polimer, kertas, tekstil, makanan dan minuman, bioteknologi, dll.
Pentingnya penyusunan neraca: Neraca massa atau panas suatu sistem proses dalam industri merupakan perhitungan kuantitatif dari semua bahan-bahan yang masuk, yang keluar, yang terakumulasi (tersimpan) dan yang terbuang dalam sistem itu. Perhitungan neraca digunakan untuk mencari variable proses yang belum diketahui, berdasarkan data variable proses yang telah ditentukan/diketahui. Oleh karena itu, perlu disusun persaman yang menghubungkan data variable proses yang telah diketahui dengan varaiabel proses yang ingin dicari.
Dalam banyak kasus, diskripsi verbal (narasi) yang menjelaskan proses perlu disajikan dalam diskripsi visual, yaitu dalam bentuk gambar proses atau diagram alir proses. Beberapa definisi penting yang akan dibahas antara lain : variable proses, diagram alir proses, sistem, dan proses –proses di industri kimia.
Variabel Proses.
Beberapa variable proses yang berhubungan erat dengan bidang teknik kimia antara lain:
1. Massa dan volum. Hubungan massa dan volum adalah berat jenis atau densitas. Seringkali juga dinyatakan dalam specific volume dan specific gravity.
2.
Kecepatan alir (flow rate). Proses yang berlangsung sinambung atau kontinyu memerlukan data kecepatan bahan yang disebut kecepatan alir. Alat yang dapat mengukur kecepatan alir antara lain, pitot tube, orifice meter, venturi meter, flow nozzle, dan rotameter.
Macam-macam jenis kecepatan alir :
a. kecepatan alir linier rata-rata dalam pipa, dinyatakan dalam satuan panjang linier setiap satuan waktu.
b. Kecepatan alir volumetric (volumetric flow rate), kecepatan alir yang dinyatakan dalam banyaknya volum fluida yang mengalir setiap satuan waktu.
c. Keceparan alir massa ( mass flow rate), kecepatan alir yang dinyatakan dalam banyaknya massa yang mengalir setiap satuan waktu.
1. Komposisi kimia. Berat atom dan berat molekul merupakan hubungan mol dengan massa bahan. Bahan campuran berisi lebih dari satu komponen, untuk itu perlu diketahui isi (atau komposisi) masing-masing komponen penyusun bahan itu. Komposisi dapat dinyatakan dalam beberapa cara, yaitu:
a. fraksi massa atau fraksi bera, Biasanya untuk komposisi bahan berbentuk cair atau padat dinyatakan dalam fraksi massa. Total fraksi massa adalah 1,00.
b. fraksi mol, Komposisi bahan dalam fase gas biasanya dinyatakan dalam fraksi mol. Total fraksi mol = 1,0.
c. konsentrasi, Konsentrasi adalah banyaknya bahan dalam campuran setiap satuan volum. Ppm = part per million = bagian per sejuta.
2. Tekanan. Hubungan tekanan yang ditunjukkan alat ukur (gauge) dengan tekanan sesungguhnya (absolute) adalah:
Tekanan absolute = tekanan gauge + tekanan atmosfer.
1 atm = 14,696 psi = 760 mmHg = 10,333 mH2O.
3. Temperatur.
Contoh :
Suatu botol bertuliskan larutan HCl teknis 28% (w/w). Tentukan dalam % mol larutan itu.
Penyelesaian:
Misal 100 g larutan HCl 28% maka:
Komponen % Berat Berat, g Mol % Mol
HCl 28 28 28/36.5=0.77 (0.77/4.77)×100%=16.14
H2O 72 72 72/18=4 (4/4.77)×100%=83.86
Total 100 100 4.77 100
Jadi larutan itu larutan HCl 16,14% (%mol).
Diagram Alir Proses
Adalah gambaran visual yang menunjukkan semua aliran bahan-bahan baik yang masuk alat maupun yang keluar, disertai data-data susunan dari campuran bahan-bahan aliran. Gambaran ini bisa bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Kualitatif : menunjukkan macam-macam bahan yang masuk dan keluar.
Kuantitatif : menunjukkan macam-macam bahan dan kuantitasnya.
Jadi, dalam membuat diagram alir proses, harus mencantumkan data kualitatif dan kuantitatif.
Suatu unit proses dapat digambarkan dalam sebuah kotak atau simbol alat, dan garis panas yang menunjukkan arah aliran bahan. Arus dalam diagram alir harus diberi label yang menunjukkan:
1.
Variable proses yang diketahui dan
2.
Permisalan variable yang akan dicari dengan simbol variable.
Beberapa cara memberi label pada arus:
1.
Tulis nilai dan satuan semua variabel yang diketahui di arus dalam gambar.
Contoh:
Narasi: gas berisi 21% mol O2 dan 79% N2 pada suhu 320 oC dan 1,4 atm mengalir dengan kecepatan 400 gmol/jam.
Diagram alir :
1. Tandai dengan symbol untuk variable yang akan dicari
Contoh:
Diagram alir berfungsi sebagai papan hitung untuk menyelesaikan masalah neraca, baik neraca massa maupun neraca panas.
Untuk dapat menggambarkan proses dari suatu narasi, seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang proses dan sifat-sifat bahan (termodinamika). Oleh karena itu mahasiswa dituntut sering membaca buku tentang proses dan laporan praktek kerja.
Beberapa cara memberi label pada arus dapat dibaca di buku Felder and Rousseau.
Contoh:
Sistem adalah bagian atau keseluruhan proses yang ditinjau, yang biasanya untuk memisahkan antara sistem dengan bagian luar sistem.
Proses adalah suatu peristiwa dimana bahan mengalami perubahan fisis atau kimia atau keduanya.
Perubahan fisis : tidak ada reaksi kimia.
Perubahan kimia : mengalami reaksi-reaksi.
Peran proses pemisahan di industri kimia:
Ditinjau secara makro, proses-proses yang terjadi secara alamiah dapat diartikan sebagai proses pencampuran yang terjadi secara spontan dan merupakan proses yang tidak dapat balik. Berarti untuk memisahkan suatu konstituen dari campurannya diperlukan suatu usaha yaitu usaha termodinamika sehingga terjadi proses berlawanan terhadap proses alam. Maka dalam operasi pemisahan campuran perlu dimasukkan sejumlah “separating
agent ” tertentu.
Separating agent yang biasa digunakan:
1. tenaga panas, seperti steam, bahan bakar. Contoh alat : distilasi, evaporasi, pengeringan, alat penukar panas dll.
2. Sejumlah massa bahan, seperti pelarut atau penjerap. Contoh alat: ekstraksi, absorbsi, adsorpsi, stipping dll.
3.
Tenaga mekanik (tekanan). Contoh alat : filtrasi, sentrifugasi, sedimentasi dll.
Metode pemisahan konstituen dari campurannya, dapat dibedakan menurut kategori:
1. Pemisahan menurut dasar operasi difusional. Pemisahan ini dipilih jika umpannya homogen. Transfer massa dan pana konstituen berlangsung secara difusi antara 2 fase atau lebih. Contoh: distilasi (flash, kontinyu, batch), absorpsi, striping, ekstraksi, adsorpsi, ion exchange dll.
2. Pemisahan secara mekanik. Pemisahan ini dilakukan untuk campuran heterogen. Contoh : decanter, sedimentasi, sentrifuge, filtrasi, screening, dll.
3. Pemisahan menggunakan reaksi kimia.
Di dalam proses dan peralatan di industri, rangkaian peralatan menyangkut kedua jenis proses itu, yaitu:
1. Unit operation (satuan operasi): unit dengan perubahan fisis atau seringkali disebut Operasi Teknik Kimia.
2. Unit processes (satuan proses): unit dengan reaksi kimia.
Unit operation meliputi:
1. transportasi fluida (perpindahan pada proses alir),
2. perpindahan panas dalam alat penukar panas ( heat exchanger),
3. separator, padat-padat : screening. Padat-cair : sedimentasi, filtrasi, Cair – gas : absorpsi, stripper, distilasi, evaporasi. Cair-cair : ekstraksi cair-cair, dekantasi, dll.
4. pencampuran
Unit Processes meliputi:
1. pembakaran bahan bakar dalam burner, furnace.
2. Reaksi kimia dalam reaktor.
3. Fermentasi.
Unsteady State: proses tidak ajeg adalah proses dimana semua variable proses mengalami perubahan nilai terhadap waktu.
Steady State: proses dalam keadaan ajeg adalah proses dimana semua variable porses yang ditinjau tidak berubah terhadap waktu.
Penggolongan Proses :
1. batch : tidak ada bahan masuk atau keluar. Jadi prosesnya USS.
2. kontinyu : kecepatan arus masuk sama dengan kecepatan arus keluar, jadi prosesnya SS.
3. Semi batch atau semi kontinyu, prosesnya USS.
Pemakaian prinsip-prinsip fisis bersama dengan prinsip-prinsip ekonomi dan human relations ke bidang yang menyangkut proses dan peralatannya dimana suatu bahan berubah bentuk, kandungan energinya, dan komposisinya.
Teknik Kimia berhubungan dengan:
1. Produksi bahan kimia baik di skala besar maupun kecil.
2. Membuat produk berskala besar (pabrik), berbeda dengan skala lab.
3. Merubah bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
4. Sektor: bahan kimia sampai energi, makanan dan minuman, obat-obatan.
5. Produk, yang dibuat melalui perubahan kimia (reaksi) atau/dan fisis (pemisahan).
6. Proses Industri kimia, seperti industri: pupuk, kimia murni, cat, zat warna, tinta, petrokimia, plastik, resin, sabun, deterjen, parfum, kosmetik, lemak dan minyak nabati, katalis, gas, minyak bumi, polimer, kertas, tekstil, makanan dan minuman, bioteknologi, dll.
Pentingnya penyusunan neraca: Neraca massa atau panas suatu sistem proses dalam industri merupakan perhitungan kuantitatif dari semua bahan-bahan yang masuk, yang keluar, yang terakumulasi (tersimpan) dan yang terbuang dalam sistem itu. Perhitungan neraca digunakan untuk mencari variable proses yang belum diketahui, berdasarkan data variable proses yang telah ditentukan/diketahui. Oleh karena itu, perlu disusun persaman yang menghubungkan data variable proses yang telah diketahui dengan varaiabel proses yang ingin dicari.
Dalam banyak kasus, diskripsi verbal (narasi) yang menjelaskan proses perlu disajikan dalam diskripsi visual, yaitu dalam bentuk gambar proses atau diagram alir proses. Beberapa definisi penting yang akan dibahas antara lain : variable proses, diagram alir proses, sistem, dan proses –proses di industri kimia.
Variabel Proses.
Beberapa variable proses yang berhubungan erat dengan bidang teknik kimia antara lain:
1. Massa dan volum. Hubungan massa dan volum adalah berat jenis atau densitas. Seringkali juga dinyatakan dalam specific volume dan specific gravity.
2.
Kecepatan alir (flow rate). Proses yang berlangsung sinambung atau kontinyu memerlukan data kecepatan bahan yang disebut kecepatan alir. Alat yang dapat mengukur kecepatan alir antara lain, pitot tube, orifice meter, venturi meter, flow nozzle, dan rotameter.
Macam-macam jenis kecepatan alir :
a. kecepatan alir linier rata-rata dalam pipa, dinyatakan dalam satuan panjang linier setiap satuan waktu.
b. Kecepatan alir volumetric (volumetric flow rate), kecepatan alir yang dinyatakan dalam banyaknya volum fluida yang mengalir setiap satuan waktu.
c. Keceparan alir massa ( mass flow rate), kecepatan alir yang dinyatakan dalam banyaknya massa yang mengalir setiap satuan waktu.
1. Komposisi kimia. Berat atom dan berat molekul merupakan hubungan mol dengan massa bahan. Bahan campuran berisi lebih dari satu komponen, untuk itu perlu diketahui isi (atau komposisi) masing-masing komponen penyusun bahan itu. Komposisi dapat dinyatakan dalam beberapa cara, yaitu:
a. fraksi massa atau fraksi bera, Biasanya untuk komposisi bahan berbentuk cair atau padat dinyatakan dalam fraksi massa. Total fraksi massa adalah 1,00.
b. fraksi mol, Komposisi bahan dalam fase gas biasanya dinyatakan dalam fraksi mol. Total fraksi mol = 1,0.
c. konsentrasi, Konsentrasi adalah banyaknya bahan dalam campuran setiap satuan volum. Ppm = part per million = bagian per sejuta.
2. Tekanan. Hubungan tekanan yang ditunjukkan alat ukur (gauge) dengan tekanan sesungguhnya (absolute) adalah:
Tekanan absolute = tekanan gauge + tekanan atmosfer.
1 atm = 14,696 psi = 760 mmHg = 10,333 mH2O.
3. Temperatur.
Contoh :
Suatu botol bertuliskan larutan HCl teknis 28% (w/w). Tentukan dalam % mol larutan itu.
Penyelesaian:
Misal 100 g larutan HCl 28% maka:
Komponen % Berat Berat, g Mol % Mol
HCl 28 28 28/36.5=0.77 (0.77/4.77)×100%=16.14
H2O 72 72 72/18=4 (4/4.77)×100%=83.86
Total 100 100 4.77 100
Jadi larutan itu larutan HCl 16,14% (%mol).
Diagram Alir Proses
Adalah gambaran visual yang menunjukkan semua aliran bahan-bahan baik yang masuk alat maupun yang keluar, disertai data-data susunan dari campuran bahan-bahan aliran. Gambaran ini bisa bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Kualitatif : menunjukkan macam-macam bahan yang masuk dan keluar.
Kuantitatif : menunjukkan macam-macam bahan dan kuantitasnya.
Jadi, dalam membuat diagram alir proses, harus mencantumkan data kualitatif dan kuantitatif.
Suatu unit proses dapat digambarkan dalam sebuah kotak atau simbol alat, dan garis panas yang menunjukkan arah aliran bahan. Arus dalam diagram alir harus diberi label yang menunjukkan:
1.
Variable proses yang diketahui dan
2.
Permisalan variable yang akan dicari dengan simbol variable.
Beberapa cara memberi label pada arus:
1.
Tulis nilai dan satuan semua variabel yang diketahui di arus dalam gambar.
Contoh:
Narasi: gas berisi 21% mol O2 dan 79% N2 pada suhu 320 oC dan 1,4 atm mengalir dengan kecepatan 400 gmol/jam.
Diagram alir :
1. Tandai dengan symbol untuk variable yang akan dicari
Contoh:
Diagram alir berfungsi sebagai papan hitung untuk menyelesaikan masalah neraca, baik neraca massa maupun neraca panas.
Untuk dapat menggambarkan proses dari suatu narasi, seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang proses dan sifat-sifat bahan (termodinamika). Oleh karena itu mahasiswa dituntut sering membaca buku tentang proses dan laporan praktek kerja.
Beberapa cara memberi label pada arus dapat dibaca di buku Felder and Rousseau.
Contoh:
Sistem adalah bagian atau keseluruhan proses yang ditinjau, yang biasanya untuk memisahkan antara sistem dengan bagian luar sistem.
Proses adalah suatu peristiwa dimana bahan mengalami perubahan fisis atau kimia atau keduanya.
Perubahan fisis : tidak ada reaksi kimia.
Perubahan kimia : mengalami reaksi-reaksi.
Peran proses pemisahan di industri kimia:
Ditinjau secara makro, proses-proses yang terjadi secara alamiah dapat diartikan sebagai proses pencampuran yang terjadi secara spontan dan merupakan proses yang tidak dapat balik. Berarti untuk memisahkan suatu konstituen dari campurannya diperlukan suatu usaha yaitu usaha termodinamika sehingga terjadi proses berlawanan terhadap proses alam. Maka dalam operasi pemisahan campuran perlu dimasukkan sejumlah “separating
agent ” tertentu.
Separating agent yang biasa digunakan:
1. tenaga panas, seperti steam, bahan bakar. Contoh alat : distilasi, evaporasi, pengeringan, alat penukar panas dll.
2. Sejumlah massa bahan, seperti pelarut atau penjerap. Contoh alat: ekstraksi, absorbsi, adsorpsi, stipping dll.
3.
Tenaga mekanik (tekanan). Contoh alat : filtrasi, sentrifugasi, sedimentasi dll.
Metode pemisahan konstituen dari campurannya, dapat dibedakan menurut kategori:
1. Pemisahan menurut dasar operasi difusional. Pemisahan ini dipilih jika umpannya homogen. Transfer massa dan pana konstituen berlangsung secara difusi antara 2 fase atau lebih. Contoh: distilasi (flash, kontinyu, batch), absorpsi, striping, ekstraksi, adsorpsi, ion exchange dll.
2. Pemisahan secara mekanik. Pemisahan ini dilakukan untuk campuran heterogen. Contoh : decanter, sedimentasi, sentrifuge, filtrasi, screening, dll.
3. Pemisahan menggunakan reaksi kimia.
Di dalam proses dan peralatan di industri, rangkaian peralatan menyangkut kedua jenis proses itu, yaitu:
1. Unit operation (satuan operasi): unit dengan perubahan fisis atau seringkali disebut Operasi Teknik Kimia.
2. Unit processes (satuan proses): unit dengan reaksi kimia.
Unit operation meliputi:
1. transportasi fluida (perpindahan pada proses alir),
2. perpindahan panas dalam alat penukar panas ( heat exchanger),
3. separator, padat-padat : screening. Padat-cair : sedimentasi, filtrasi, Cair – gas : absorpsi, stripper, distilasi, evaporasi. Cair-cair : ekstraksi cair-cair, dekantasi, dll.
4. pencampuran
Unit Processes meliputi:
1. pembakaran bahan bakar dalam burner, furnace.
2. Reaksi kimia dalam reaktor.
3. Fermentasi.
Unsteady State: proses tidak ajeg adalah proses dimana semua variable proses mengalami perubahan nilai terhadap waktu.
Steady State: proses dalam keadaan ajeg adalah proses dimana semua variable porses yang ditinjau tidak berubah terhadap waktu.
Penggolongan Proses :
1. batch : tidak ada bahan masuk atau keluar. Jadi prosesnya USS.
2. kontinyu : kecepatan arus masuk sama dengan kecepatan arus keluar, jadi prosesnya SS.
3. Semi batch atau semi kontinyu, prosesnya USS.
Beberapa fakta di biodiesel
Biodiesel is biodegradable and non-toxic. Biodiesel adalah biodegradable dan tidak beracun. 100% biodiesel is as biodegradable as sugar and less toxic than table salt. 100% biodiesel adalah sebagai biodegradable seperti gula dan kurang beracun dari garam meja. It biodegrades up-to four times faster than petroleum diesel fuel with up-to 98% biodegradation in three weeks. Hal biodegrades up-to empat kali lebih cepat daripada bahan bakar diesel minyak bumi dengan up-to 98% biodegradasi dalam tiga minggu. However, contrary to a popular misconception, it stores indefinitely in completely full, cool, dark containers. Namun, bertentangan dengan kesalahpahaman yang populer, itu toko tanpa batas waktu di benar-benar penuh, sejuk, gelap kontainer. Compared to crappy fossil fuel diesel, biodiesel has the following emissions characteristics: Dibandingkan dengan bahan bakar fosil jelek solar, biodiesel memiliki karakteristik emisi berikut:
*
100% reduction of net carbon dioxide 100% pengurangan karbon dioksida bersih
*
100% reduction of sulphur dioxide 100% pengurangan belerang dioksida
*
40-60% reduction of soot emissions 40-60% pengurangan emisi jelaga
*
10-50% reduction of carbon monoxide 10-50% pengurangan karbon monoksida
*
a reduction of all polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) and specifically the reduction of the following carcinogenic PAHs: pengurangan dari semua polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs) dan secara khusus pengurangan PAHs karsinogenik berikut:
*
phenanthren by 97% phenanthren oleh 97%
*
benxofloroanthen by 56% benxofloroanthen oleh 56%
*
benz-a-pyrene by 71% benz-a-pyrene oleh 71%
*
aldehydes and aromatic compounds by 13% aldehid dan senyawa aromatik oleh 13%
*
5-10% reduction of nitrous oxide depending on age and tuning of vehicle. 5-10% pengurangan nitro tergantung pada usia dan tuning kendaraan.
For every one ton of fossil fuel burnt, 3 tons of CO2 is released into the atmosphere, biodiesel only releases the CO2 that it has taken in while the plants it is made from were growing, therefore there is no negative impact on the carbon cycle. Untuk setiap satu ton bahan bakar fosil dibakar, 3 ton CO2 dilepaskan ke atmosfer, biodiesel hanya melepaskan CO2 yang telah diambil dalam sementara tanaman itu dibuat dari tumbuh, sehingga tidak ada dampak negatif pada siklus karbon.
How to build a single tank biodiesel processor Bagaimana cara membangun sebuah tangki satu prosesor biodiesel
Firstly though, we have to say that our biodiesel expert is not longer involved in SchNEWS so we are not able to offer any advice or further information on the subject further than what's here. There are websites listed at the bottom of the page which contain loads more info. Pertama walaupun, kita harus mengatakan bahwa ahli biodiesel kami tidak lagi terlibat dalam SchNEWS jadi kami tidak dapat menawarkan nasihat atau informasi lebih lanjut tentang subjek lebih jauh dari apa yang ada di sini. Ada situs web yang tercantum di bagian bawah halaman yang mengandung beban info. Please don't email us asking questions about biodiesel as we won't be able to help. Tolong jangan email kami mengajukan pertanyaan tentang biodiesel seperti yang akan kita tidak akan bisa membantu.
Equipment required Peralatan yang diperlukan
*
45 gallon drum. 45 galon drum.
*
1/2 or 3/4 Hp electric motor. 1 / 2 atau 3 / 4 Hp motor listrik.
*
Two pulleys which produce 250 rpm and a max of 750 rpm at mixer blade. Dua katrol yang menghasilkan 250 rpm dan maksimum 750 rpm pada pisau mixer.
*
A belt for the above. Sebuah sabuk untuk di atas.
*
12 inch rolled steel rod. 12 inch menggulung batang baja.
*
Two steel shelf brackets (for the blade). Dua rak baja kurung (untuk mata pisau).
*
1 1/2 inch (38mm) brass ball valve. 1 1 / 2 inci (38mm) kuningan katup bola.
*
A hinge and a spring to act as a belt tensioned. Sebuah engsel dan pegas untuk bertindak sebagai sabuk tensioned.
*
2000-watt electric water heater element. 2000-watt elemen pemanas air listrik.
*
A water heater thermostat. Sebuah termostat pemanas air.
*
1 1/2 diameter piece of steel pipe * 3-5 inches long with male threads on one end. 1 1 / 2 diameter pipa baja potongan * 3-5 inci panjang dengan benang laki-laki pada salah satu ujungnya.
*
Assorted tat: angle iron, wood, screws etc. Assorted tat: sudut besi, kayu, sekrup dll
Assembly Majelis
1. Cut a large opening (about half the top) in the top of the steel drum. Potong pembukaan besar (sekitar setengah bagian atas) di bagian atas drum besi.
2. Drill 11/2-inch hole in the bottom of the drum. 11/2-inch bor lubang di bagian bawah drum.
3. Weld the 1 1/2-diameter pipe in the hole at the bottom of the drum. Weld the 1 1/2-diameter pipa di dalam lubang di bagian bawah drum.
4. Attach the 1 1/2-inch brass ball valve to the pipe. Pasang 1 1/2-inch kuningan katup bola ke pipa. This is the drain valve. Ini adalah katup drain.
5. Drill a hole in the side of the drum at the bottom, same size as the heater element. Mengebor sebuah lubang di sisi drum di bagian bawah, sama besarnya dengan elemen pemanas.
6. Fit the heater element making sure it is not touching the side of the drum. Sesuai dengan memastikan elemen pemanas ini tidak menyentuh sisi drum.
7. Wire up the heater element. Memasang sebuah elemen pemanas.
Chemical mixer Kimia mixer
1. Attach one pulley to the rolled steel rod. Melampirkan satu katrol untuk baja gulungan batang.
2. Attach the other pulley to the spindle of the electric motor. Pasang katrol lain ke gelendong dari motor listrik.
3. Weld the propeller to the other end of the rolled steel rod (shelf brackets). Weld baling-baling ke ujung batang baja gulungan (rak kurung).
4. Attach the rod, pulley and propeller assembly to one side of the hinge. Lampirkan batang, katrol dan baling-baling perakitan untuk satu sisi engsel.
5. Weld a piece of angle iron across the top of the drum. Las sudut sepotong besi di bagian atas drum.
6. Weld the unattached side of the hinge to the angle iron so the propeller and rod assembly sits in the middle of the drum. Las yang lajang sisi ke sudut engsel besi sehingga baling-baling dan batang perakitan duduk di tengah drum. The hinge should swing the propeller and rod back and forth. Engsel harus ayunan baling-baling dan batang ke belakang dan sebagainya.
7. Mount the electric motor on the side of the drum. Mount motor listrik di sisi drum.
8. Fit the belt to the pulleys and tighten by wedging a block of wood into the hinge. Sesuai dengan sabuk ke katrol dan kencangkan dengan wedging sebuah balok kayu ke engsel.
You also need to fashion a simple wooden measuring stick with 10 litre increments. Anda juga perlu untuk membentuk suatu tongkat pengukur kayu sederhana dengan 10 liter bertahap.
Other bits and bobs Lain bit dan bobs
A hydrometer is a good piece of kit to have to measure the specific gravity of the biodiesel. Sebuah hidrometer adalah sepotong baik kit harus mengukur bobot jenis biodiesel. The specific gravity of biodiesel should be between 0.860 and 0.900, usually 0.880. Bobot harus biodiesel antara 0,860 dan 0,900, biasanya 0,880. The specific gravity of vegetable oil is 0.920 therefore the specific gravity of biodiesel should be lower than the vegetable oil used to make the biodiesel. Bobot jenis minyak nabati sehingga 0,920 bobot biodiesel harus lebih rendah daripada minyak sayur yang digunakan untuk membuat biodiesel.
How to make biodiesel Cara membuat biodiesel
Every time you make a new batch of biodiesel using old vegetable oil you have to find out the amount of reactants required to get the correct reaction, this process is know as titration. In addition to the above equipment you will also need the following equipment: Setiap kali Anda membuat batch baru biodiesel menggunakan minyak nabati lama anda harus mencari tahu jumlah reaktan diperlukan untuk mendapatkan reaksi yang benar, proses ini dikenal sebagai titrasi. Selain peralatan di atas Anda juga akan memerlukan peralatan berikut:
Petri dish Cawan Petri
20 ml beaker 20 ml beaker
1500 ml beaker 1500 ml beaker
500 ml beaker 500 ml beaker
Isopropyl alcohol Isopropil alkohol
A graduated eye dropper Sebuah lulus penetes mata
Litmus paper Kertas lakmus
Blender with a glass bowl. Blender dengan mangkuk kaca.
Methanol Metanol
Used cooking oil Digunakan minyak goreng
Sodium Hydroxide Sodium hidroksida
Titration Titrasi
Step 1 Titration: to determine the quantity of catalyst required Langkah 1 titrasi: untuk menentukan jumlah yang dibutuhkan katalis
1. Measure 1 gram of Sodium Hydroxide onto a petri dish Ukuran 1 gram Natrium Hidroksida ke cawan petri
2. Measure 1 Lt. of distilled water into a 1500 ml beaker. Ukur 1 Lt air suling menjadi 1500 ml beaker.
3. Pour the 1 gram of Sodium Hydroxide into the 1 Lt. of distilled water Tuang 1 gram Natrium Hidroksida dalam 1 Lt air suling
4. Label 'do not drink Sodium Hydroxide' Label 'tidak minum Natrium Hidroksida "
5. Measure 10 ml of isopropyl alcohol into a 20ml beaker Ukur 10 ml isopropil alkohol menjadi beaker 20ml
6. Dissolve 1ml of used vegetable oil into the isopropyl alcohol. Melarutkan 1ml bekas minyak sayur ke dalam isopropyl alkohol.
7. Label oil/alcohol. Label minyak / alkohol.
8. Use the graduated eye dropper to drop 1 millilitre of Sodium Hydroxide /water solution into the oil/alcohol solution Gunakan penetes mata lulus menjatuhkan 1 mililiter Sodium Hidroksida / larutan air ke dalam minyak / larutan alkohol
9. After 1 millilitre of Sodium Hydroxide /water solution is added check the pH Setelah 1 mililiter Sodium Hidroksida / larutan air ditambahkan memeriksa pH
10. Repeat steps 8&9 until the oil/alcohol reaches a pH of between 8&9. Ulangi langkah 8 & 9 sampai minyak / alkohol mencapai pH antara 8 & 9. The pH increase will usually occur suddenly. Usually no more than 3 millilitres of Sodium Hydroxide /water solution will need to be added. Meningkatkan pH biasanya terjadi tiba-tiba. Biasanya tidak lebih dari 3 mililiter Sodium Hidroksida / larutan air akan perlu ditambahkan.
11. Use the following equation: · the number of millilitres of the Sodium Hydroxide/water solution dropped into the oil/alcohol mixture = x · (x+3.5)=N Gunakan persamaan berikut: · jumlah mililiter dari Natrium Hidroksida / larutan air jatuh ke dalam minyak / alkohol campuran = x · (x 3,5) = N
· N= the number of grams of Sodium Hydroxide required to neutralise and react 1 Litre of used vegetable oil. · N = jumlah gram Sodium Hidroksida diperlukan untuk menetralkan dan bereaksi 1 Litre bekas minyak sayur.
· N will be between 4.5-6.5, but it can be higher if the oil has been used for a long time. · N akan menjadi antara 4,5-6,5, tetapi dapat lebih tinggi jika minyak telah digunakan untuk waktu yang lama.
Step 2. Langkah 2. Measure the reactants Mengukur reaktan
Measure the reactants in separate containers Mengukur reaktan dalam wadah terpisah
1 Litre of filtered used oil into a 1500ml beaker 1 Litre of disaring menggunakan minyak ke dalam gelas kimia 1500ml
200 ml of methanol into a 500 ml beaker 200 ml metanol ke dalam 500 ml beaker
N grams of Sodium Hydroxide onto a petri dish N gram Sodium Hidroksida ke cawan petri
Step 3. Langkah 3. Dissolve the Sodium Hydroxide into the Methanol Melarutkan Natrium Hidroksida ke Methanol
The third step is to combine the methanol with the Sodium Hydroxide to create sodium methoxide, an extremely strong base. Langkah ketiga adalah untuk menggabungkan metanol dengan Natrium Hidroksida untuk menciptakan natrium methoxide, dasar yang sangat kuat. Once the Sodium Hydroxide has been dissolved in the methanol, the sodium methoxide must be mixed with the vegetable oil straight away. Setelah Natrium Hidroksida telah larut dalam metanol, natrium methoxide harus dicampur dengan minyak sayur langsung.
· Carefully pour the methanol into the blender, any spills must be cleaned immediately with a water and vinegar solution. · Hati-hati tuangkan metanol ke dalam blender, setiap tumpahan segera harus dibersihkan dengan air dan larutan cuka.
· Carefully pour the Sodium Hydroxide into the blender · Hati-hati Natrium Hidroksida tuangkan ke dalam blender
· Replace the lid of the blender and blend on the lowest setting for 30 seconds, until the Sodium Hydroxide has dissolved. · Ganti tutup blender di pengaturan terendah selama 30 detik, hingga Hidroksida Natrium larut. Sodium methoxide has been produced and caution must be exercised Natrium methoxide telah diproduksi dan kehati-hatian harus dilakukan
Step 4. Langkah 4. Mix the reactants Mix reaktan
· Remove the lid of the blender keeping your face well away from the top of the blender · Hapus tutup blender menjaga wajah Anda jauh dari atas blender
· carefully pour the vegetable oil into the blender · Hati-hati tuangkan minyak sayur ke dalam blender
· Place the lid on the blender and blend on a medium/high setting for 15 minutes. · Tempatkan penutup di blender pada media / pengaturan tinggi selama 15 menit. If the bowl or the blender motor get over hot switch off the blender and leave until cooled down sufficiently to continue again. Jika mangkuk atau motor blender melupakan menonaktifkan panas blender dan biarkan sampai didinginkan cukup untuk melanjutkan lagi.
Step 5. Langkah 5. Allow the glycerine to settle Biarkan gliserin untuk menyelesaikan
Settling takes about 8 hours but since 75% of the separation occurs within the first hour after the reaction immediate separation will be visible. Perkenalan berlangsung sekitar 8 jam tapi karena 75% dari pemisahan terjadi dalam satu jam pertama setelah reaksi pemisahan langsung akan terlihat. Within 8 hours the glycerine will have fallen to the bottom leaving a layer on top, this is methyl esters, or more commonly referred to as biodiesel Dalam waktu 8 jam gliserin akan telah jatuh ke bawah meninggalkan suatu lapisan di atas, ini adalah metil ester, atau lebih umum disebut sebagai biodiesel
Step 6. Langkah 6. Separation Pemisahan
After blending the contents can either be transferred into a 1500ml container with a stopcock or left in the blender for at least 8 hours. Setelah campuran isi dapat ditransfer ke dalam sebuah wadah 1500ml dengan kunci pipa atau tersisa di blender selama setidaknya 8 jam.
Step 7. Langkah 7. Clean up Bersihkan
Store the leftover used vegetable oil in a dry cool place Simpan sisa minyak sayur yang digunakan di tempat yang sejuk kering
Clean all the equipment so it is ready to use again Bersihkan semua peralatan sehingga siap digunakan lagi
Expose the glycerine to air and sunlight for 1 week and then use as soap. Mengekspos gliserin udara dan sinar matahari selama 1 minggu dan kemudian digunakan sebagai sabun.
Biodiesel is biodegradable and non-toxic. Biodiesel adalah biodegradable dan tidak beracun. 100% biodiesel is as biodegradable as sugar and less toxic than table salt. 100% biodiesel adalah sebagai biodegradable seperti gula dan kurang beracun dari garam meja. It biodegrades up-to four times faster than petroleum diesel fuel with up-to 98% biodegradation in three weeks. Hal biodegrades up-to empat kali lebih cepat daripada bahan bakar diesel minyak bumi dengan up-to 98% biodegradasi dalam tiga minggu. However, contrary to a popular misconception, it stores indefinitely in completely full, cool, dark containers. Namun, bertentangan dengan kesalahpahaman yang populer, itu toko tanpa batas waktu di benar-benar penuh, sejuk, gelap kontainer. Compared to crappy fossil fuel diesel, biodiesel has the following emissions characteristics: Dibandingkan dengan bahan bakar fosil jelek solar, biodiesel memiliki karakteristik emisi berikut:
*
100% reduction of net carbon dioxide 100% pengurangan karbon dioksida bersih
*
100% reduction of sulphur dioxide 100% pengurangan belerang dioksida
*
40-60% reduction of soot emissions 40-60% pengurangan emisi jelaga
*
10-50% reduction of carbon monoxide 10-50% pengurangan karbon monoksida
*
a reduction of all polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) and specifically the reduction of the following carcinogenic PAHs: pengurangan dari semua polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs) dan secara khusus pengurangan PAHs karsinogenik berikut:
*
phenanthren by 97% phenanthren oleh 97%
*
benxofloroanthen by 56% benxofloroanthen oleh 56%
*
benz-a-pyrene by 71% benz-a-pyrene oleh 71%
*
aldehydes and aromatic compounds by 13% aldehid dan senyawa aromatik oleh 13%
*
5-10% reduction of nitrous oxide depending on age and tuning of vehicle. 5-10% pengurangan nitro tergantung pada usia dan tuning kendaraan.
For every one ton of fossil fuel burnt, 3 tons of CO2 is released into the atmosphere, biodiesel only releases the CO2 that it has taken in while the plants it is made from were growing, therefore there is no negative impact on the carbon cycle. Untuk setiap satu ton bahan bakar fosil dibakar, 3 ton CO2 dilepaskan ke atmosfer, biodiesel hanya melepaskan CO2 yang telah diambil dalam sementara tanaman itu dibuat dari tumbuh, sehingga tidak ada dampak negatif pada siklus karbon.
How to build a single tank biodiesel processor Bagaimana cara membangun sebuah tangki satu prosesor biodiesel
Firstly though, we have to say that our biodiesel expert is not longer involved in SchNEWS so we are not able to offer any advice or further information on the subject further than what's here. There are websites listed at the bottom of the page which contain loads more info. Pertama walaupun, kita harus mengatakan bahwa ahli biodiesel kami tidak lagi terlibat dalam SchNEWS jadi kami tidak dapat menawarkan nasihat atau informasi lebih lanjut tentang subjek lebih jauh dari apa yang ada di sini. Ada situs web yang tercantum di bagian bawah halaman yang mengandung beban info. Please don't email us asking questions about biodiesel as we won't be able to help. Tolong jangan email kami mengajukan pertanyaan tentang biodiesel seperti yang akan kita tidak akan bisa membantu.
Equipment required Peralatan yang diperlukan
*
45 gallon drum. 45 galon drum.
*
1/2 or 3/4 Hp electric motor. 1 / 2 atau 3 / 4 Hp motor listrik.
*
Two pulleys which produce 250 rpm and a max of 750 rpm at mixer blade. Dua katrol yang menghasilkan 250 rpm dan maksimum 750 rpm pada pisau mixer.
*
A belt for the above. Sebuah sabuk untuk di atas.
*
12 inch rolled steel rod. 12 inch menggulung batang baja.
*
Two steel shelf brackets (for the blade). Dua rak baja kurung (untuk mata pisau).
*
1 1/2 inch (38mm) brass ball valve. 1 1 / 2 inci (38mm) kuningan katup bola.
*
A hinge and a spring to act as a belt tensioned. Sebuah engsel dan pegas untuk bertindak sebagai sabuk tensioned.
*
2000-watt electric water heater element. 2000-watt elemen pemanas air listrik.
*
A water heater thermostat. Sebuah termostat pemanas air.
*
1 1/2 diameter piece of steel pipe * 3-5 inches long with male threads on one end. 1 1 / 2 diameter pipa baja potongan * 3-5 inci panjang dengan benang laki-laki pada salah satu ujungnya.
*
Assorted tat: angle iron, wood, screws etc. Assorted tat: sudut besi, kayu, sekrup dll
Assembly Majelis
1. Cut a large opening (about half the top) in the top of the steel drum. Potong pembukaan besar (sekitar setengah bagian atas) di bagian atas drum besi.
2. Drill 11/2-inch hole in the bottom of the drum. 11/2-inch bor lubang di bagian bawah drum.
3. Weld the 1 1/2-diameter pipe in the hole at the bottom of the drum. Weld the 1 1/2-diameter pipa di dalam lubang di bagian bawah drum.
4. Attach the 1 1/2-inch brass ball valve to the pipe. Pasang 1 1/2-inch kuningan katup bola ke pipa. This is the drain valve. Ini adalah katup drain.
5. Drill a hole in the side of the drum at the bottom, same size as the heater element. Mengebor sebuah lubang di sisi drum di bagian bawah, sama besarnya dengan elemen pemanas.
6. Fit the heater element making sure it is not touching the side of the drum. Sesuai dengan memastikan elemen pemanas ini tidak menyentuh sisi drum.
7. Wire up the heater element. Memasang sebuah elemen pemanas.
Chemical mixer Kimia mixer
1. Attach one pulley to the rolled steel rod. Melampirkan satu katrol untuk baja gulungan batang.
2. Attach the other pulley to the spindle of the electric motor. Pasang katrol lain ke gelendong dari motor listrik.
3. Weld the propeller to the other end of the rolled steel rod (shelf brackets). Weld baling-baling ke ujung batang baja gulungan (rak kurung).
4. Attach the rod, pulley and propeller assembly to one side of the hinge. Lampirkan batang, katrol dan baling-baling perakitan untuk satu sisi engsel.
5. Weld a piece of angle iron across the top of the drum. Las sudut sepotong besi di bagian atas drum.
6. Weld the unattached side of the hinge to the angle iron so the propeller and rod assembly sits in the middle of the drum. Las yang lajang sisi ke sudut engsel besi sehingga baling-baling dan batang perakitan duduk di tengah drum. The hinge should swing the propeller and rod back and forth. Engsel harus ayunan baling-baling dan batang ke belakang dan sebagainya.
7. Mount the electric motor on the side of the drum. Mount motor listrik di sisi drum.
8. Fit the belt to the pulleys and tighten by wedging a block of wood into the hinge. Sesuai dengan sabuk ke katrol dan kencangkan dengan wedging sebuah balok kayu ke engsel.
You also need to fashion a simple wooden measuring stick with 10 litre increments. Anda juga perlu untuk membentuk suatu tongkat pengukur kayu sederhana dengan 10 liter bertahap.
Other bits and bobs Lain bit dan bobs
A hydrometer is a good piece of kit to have to measure the specific gravity of the biodiesel. Sebuah hidrometer adalah sepotong baik kit harus mengukur bobot jenis biodiesel. The specific gravity of biodiesel should be between 0.860 and 0.900, usually 0.880. Bobot harus biodiesel antara 0,860 dan 0,900, biasanya 0,880. The specific gravity of vegetable oil is 0.920 therefore the specific gravity of biodiesel should be lower than the vegetable oil used to make the biodiesel. Bobot jenis minyak nabati sehingga 0,920 bobot biodiesel harus lebih rendah daripada minyak sayur yang digunakan untuk membuat biodiesel.
How to make biodiesel Cara membuat biodiesel
Every time you make a new batch of biodiesel using old vegetable oil you have to find out the amount of reactants required to get the correct reaction, this process is know as titration. In addition to the above equipment you will also need the following equipment: Setiap kali Anda membuat batch baru biodiesel menggunakan minyak nabati lama anda harus mencari tahu jumlah reaktan diperlukan untuk mendapatkan reaksi yang benar, proses ini dikenal sebagai titrasi. Selain peralatan di atas Anda juga akan memerlukan peralatan berikut:
Petri dish Cawan Petri
20 ml beaker 20 ml beaker
1500 ml beaker 1500 ml beaker
500 ml beaker 500 ml beaker
Isopropyl alcohol Isopropil alkohol
A graduated eye dropper Sebuah lulus penetes mata
Litmus paper Kertas lakmus
Blender with a glass bowl. Blender dengan mangkuk kaca.
Methanol Metanol
Used cooking oil Digunakan minyak goreng
Sodium Hydroxide Sodium hidroksida
Titration Titrasi
Step 1 Titration: to determine the quantity of catalyst required Langkah 1 titrasi: untuk menentukan jumlah yang dibutuhkan katalis
1. Measure 1 gram of Sodium Hydroxide onto a petri dish Ukuran 1 gram Natrium Hidroksida ke cawan petri
2. Measure 1 Lt. of distilled water into a 1500 ml beaker. Ukur 1 Lt air suling menjadi 1500 ml beaker.
3. Pour the 1 gram of Sodium Hydroxide into the 1 Lt. of distilled water Tuang 1 gram Natrium Hidroksida dalam 1 Lt air suling
4. Label 'do not drink Sodium Hydroxide' Label 'tidak minum Natrium Hidroksida "
5. Measure 10 ml of isopropyl alcohol into a 20ml beaker Ukur 10 ml isopropil alkohol menjadi beaker 20ml
6. Dissolve 1ml of used vegetable oil into the isopropyl alcohol. Melarutkan 1ml bekas minyak sayur ke dalam isopropyl alkohol.
7. Label oil/alcohol. Label minyak / alkohol.
8. Use the graduated eye dropper to drop 1 millilitre of Sodium Hydroxide /water solution into the oil/alcohol solution Gunakan penetes mata lulus menjatuhkan 1 mililiter Sodium Hidroksida / larutan air ke dalam minyak / larutan alkohol
9. After 1 millilitre of Sodium Hydroxide /water solution is added check the pH Setelah 1 mililiter Sodium Hidroksida / larutan air ditambahkan memeriksa pH
10. Repeat steps 8&9 until the oil/alcohol reaches a pH of between 8&9. Ulangi langkah 8 & 9 sampai minyak / alkohol mencapai pH antara 8 & 9. The pH increase will usually occur suddenly. Usually no more than 3 millilitres of Sodium Hydroxide /water solution will need to be added. Meningkatkan pH biasanya terjadi tiba-tiba. Biasanya tidak lebih dari 3 mililiter Sodium Hidroksida / larutan air akan perlu ditambahkan.
11. Use the following equation: · the number of millilitres of the Sodium Hydroxide/water solution dropped into the oil/alcohol mixture = x · (x+3.5)=N Gunakan persamaan berikut: · jumlah mililiter dari Natrium Hidroksida / larutan air jatuh ke dalam minyak / alkohol campuran = x · (x 3,5) = N
· N= the number of grams of Sodium Hydroxide required to neutralise and react 1 Litre of used vegetable oil. · N = jumlah gram Sodium Hidroksida diperlukan untuk menetralkan dan bereaksi 1 Litre bekas minyak sayur.
· N will be between 4.5-6.5, but it can be higher if the oil has been used for a long time. · N akan menjadi antara 4,5-6,5, tetapi dapat lebih tinggi jika minyak telah digunakan untuk waktu yang lama.
Step 2. Langkah 2. Measure the reactants Mengukur reaktan
Measure the reactants in separate containers Mengukur reaktan dalam wadah terpisah
1 Litre of filtered used oil into a 1500ml beaker 1 Litre of disaring menggunakan minyak ke dalam gelas kimia 1500ml
200 ml of methanol into a 500 ml beaker 200 ml metanol ke dalam 500 ml beaker
N grams of Sodium Hydroxide onto a petri dish N gram Sodium Hidroksida ke cawan petri
Step 3. Langkah 3. Dissolve the Sodium Hydroxide into the Methanol Melarutkan Natrium Hidroksida ke Methanol
The third step is to combine the methanol with the Sodium Hydroxide to create sodium methoxide, an extremely strong base. Langkah ketiga adalah untuk menggabungkan metanol dengan Natrium Hidroksida untuk menciptakan natrium methoxide, dasar yang sangat kuat. Once the Sodium Hydroxide has been dissolved in the methanol, the sodium methoxide must be mixed with the vegetable oil straight away. Setelah Natrium Hidroksida telah larut dalam metanol, natrium methoxide harus dicampur dengan minyak sayur langsung.
· Carefully pour the methanol into the blender, any spills must be cleaned immediately with a water and vinegar solution. · Hati-hati tuangkan metanol ke dalam blender, setiap tumpahan segera harus dibersihkan dengan air dan larutan cuka.
· Carefully pour the Sodium Hydroxide into the blender · Hati-hati Natrium Hidroksida tuangkan ke dalam blender
· Replace the lid of the blender and blend on the lowest setting for 30 seconds, until the Sodium Hydroxide has dissolved. · Ganti tutup blender di pengaturan terendah selama 30 detik, hingga Hidroksida Natrium larut. Sodium methoxide has been produced and caution must be exercised Natrium methoxide telah diproduksi dan kehati-hatian harus dilakukan
Step 4. Langkah 4. Mix the reactants Mix reaktan
· Remove the lid of the blender keeping your face well away from the top of the blender · Hapus tutup blender menjaga wajah Anda jauh dari atas blender
· carefully pour the vegetable oil into the blender · Hati-hati tuangkan minyak sayur ke dalam blender
· Place the lid on the blender and blend on a medium/high setting for 15 minutes. · Tempatkan penutup di blender pada media / pengaturan tinggi selama 15 menit. If the bowl or the blender motor get over hot switch off the blender and leave until cooled down sufficiently to continue again. Jika mangkuk atau motor blender melupakan menonaktifkan panas blender dan biarkan sampai didinginkan cukup untuk melanjutkan lagi.
Step 5. Langkah 5. Allow the glycerine to settle Biarkan gliserin untuk menyelesaikan
Settling takes about 8 hours but since 75% of the separation occurs within the first hour after the reaction immediate separation will be visible. Perkenalan berlangsung sekitar 8 jam tapi karena 75% dari pemisahan terjadi dalam satu jam pertama setelah reaksi pemisahan langsung akan terlihat. Within 8 hours the glycerine will have fallen to the bottom leaving a layer on top, this is methyl esters, or more commonly referred to as biodiesel Dalam waktu 8 jam gliserin akan telah jatuh ke bawah meninggalkan suatu lapisan di atas, ini adalah metil ester, atau lebih umum disebut sebagai biodiesel
Step 6. Langkah 6. Separation Pemisahan
After blending the contents can either be transferred into a 1500ml container with a stopcock or left in the blender for at least 8 hours. Setelah campuran isi dapat ditransfer ke dalam sebuah wadah 1500ml dengan kunci pipa atau tersisa di blender selama setidaknya 8 jam.
Step 7. Langkah 7. Clean up Bersihkan
Store the leftover used vegetable oil in a dry cool place Simpan sisa minyak sayur yang digunakan di tempat yang sejuk kering
Clean all the equipment so it is ready to use again Bersihkan semua peralatan sehingga siap digunakan lagi
Expose the glycerine to air and sunlight for 1 week and then use as soap. Mengekspos gliserin udara dan sinar matahari selama 1 minggu dan kemudian digunakan sebagai sabun.
Jumat, 22 Januari 2010
KATALIS pada pembuatan BIODISEL dari jelantah
Katalis:bahan kimia yg berfungsi mempercepat suatu reaksi kimia.Pada proses esterifikasi,asam akan mempercepat reaksi dg cara mendonorkan elektron ke grup alkoxy shg gugus ini lebih reaktif.Sebaliknya,basa pada transesterifikasi berfungsi sbh katalis dg cara menarik elektron dari alkohol shg gugus mjd reaktif.
KEUNTUNGAN BIODISEL dari MINYAK JELANTAH
_diperoleh FAME/RFOME/recycled frying oil methyl esters yg murah shg bhan bkar nabati ini murah dan ramah lingkungan.
_mencegah trjadina poluli lingkungan cair & tanah dg tdk adanya pembuangan minyak bekas goreng ke sembarang tempat
_mengurangi bahan karsinogenik yg beredar dimasyarakat,penggunaan minyak goreng yg berulang2(terdapat kurang lbh 400 snyawa kimia didalamnya) akan mengoksidasi asam lemak tdk jenuh membentuk gugus peroksida n mommer siklik.senyawa ini berpotensi memicu penyakit kanker kolon,pembesaran hati,ginjal n gangguan jantung.
_mencegah trjadina poluli lingkungan cair & tanah dg tdk adanya pembuangan minyak bekas goreng ke sembarang tempat
_mengurangi bahan karsinogenik yg beredar dimasyarakat,penggunaan minyak goreng yg berulang2(terdapat kurang lbh 400 snyawa kimia didalamnya) akan mengoksidasi asam lemak tdk jenuh membentuk gugus peroksida n mommer siklik.senyawa ini berpotensi memicu penyakit kanker kolon,pembesaran hati,ginjal n gangguan jantung.
Biodisel dari minyak jelantah(veggie oil)
Sebelum membahas tentang proses pembuatan maka dijelaskan tentang bahan2 yang digunakan agar memperjelas proses biodisel.shg jika terdapat kejanggalan dapat diatasi berdasar pnjelasan bahan.
~METANOL
Termasuk golongan organik alkohol yg paling sederhana.nama lain:hydroxy methane,methyl alcohol,methyl hydrate,wood alcohol/spiritus,carbinol.
Sifat:
_rumus molekul:CH3OH
_massa molar:32,04 g/mol
_warna:tdk berwarna
_densitas:0,7918 g/cm3,liquid
_titik leleh:-97 ¤C,-142,9 ¤F(176 K)
_titik didih:64,7 ¤C
_kelarutan:fully miscible in water
_keasaman:(pKa)~15,5
_viskositas:0,59 mPa.s at 20 ¤C
_momen dipol:1,69 D(gas)
Bahaya:
_klasifikasi.EV:flammable,toxic_NFPA:704
_titik nyala:11 ¤C
~METANOL
Termasuk golongan organik alkohol yg paling sederhana.nama lain:hydroxy methane,methyl alcohol,methyl hydrate,wood alcohol/spiritus,carbinol.
Sifat:
_rumus molekul:CH3OH
_massa molar:32,04 g/mol
_warna:tdk berwarna
_densitas:0,7918 g/cm3,liquid
_titik leleh:-97 ¤C,-142,9 ¤F(176 K)
_titik didih:64,7 ¤C
_kelarutan:fully miscible in water
_keasaman:(pKa)~15,5
_viskositas:0,59 mPa.s at 20 ¤C
_momen dipol:1,69 D(gas)
Bahaya:
_klasifikasi.EV:flammable,toxic_NFPA:704
_titik nyala:11 ¤C
Langganan:
Komentar (Atom)
